Tampilkan postingan dengan label Have Fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Have Fun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Sejenak Melepas Penat



Apa arti akhir pekan bagi kalian?
Bagiku akhir pekan atau hari senin sama saja, semua sama. Kecuali saat kau berani mengambil resiko. Saat kau harus pergi, lari, dan kabur dari rutinitas. Ya, bisa dikatakan mbolos okeyh, untuk kali ini janganlah kalian tiru, teramat sesat memang.
Hari itu tepat hari sabtu, tanggal 15 Oktober 2016. Sabtu dimana aku merasa mendidih dititik kejenuhan. Sabtu dimana aku harus, kudu dan ingin keluar untuk memuaskan angan. Anganku memang tak terlalu konyol. Tapi saat hari efektif anganku sudah harus kubunuh paksa sampai nanti benar-benar ada kata libur panjang, itupun setelah melewati banyak rintangan.
Yes, biar gak terlalu lama prolognya. Kini aku mulai cerita akhir pekanku minggu lalu. Sebenarnya aku ada beberapa liburan akhir pekan, mulai dari nekat pergi ke bioskop hingga tengah malam demi ‘Habibie Ainun 2: Rudy Habibie’ sampai akhir pekanku dari Malang ke Blitar. Tapi sayang aku tak rajin menuliskan perjalanan singkatku tentang akhir pekan.
Berawal dari kejenuhan dan ide gila. Entah ide itu datang dari mana. Dia datang tanpa aku minta, dia juga datang tanpa permisi. Dia datang seperti para jin yang sedang masuk didunia nyata *horor banget ya bahasanya* Iya, jadi tanpa sadar aku dimasuki ide yang tiba-tiba ingin pergi ke WBL (salah satu tempat wisata di jawa timur tepatnya di kabupaten Lamongan) Okey, semua orang pasti tahu dong ya klo jarak Tuban dan Lamongan itu tak sejauh Paris dengan Jakarta, tapi betapa menyedihkan jika ada salah seorang warga Tuban yang belum pernah mengunjungi WBL sejak tempat itu diresmikan sampai udah direnovasi sebegitu cakepnya.

Rabu, 31 Agustus 2016

Malam




Hai malam.
Apa kabarmu?
Apa kau masih sama dengan malam yang lalu???
Aku harap kau sudah berubah.
Malam. Bolehkan aku bercerita sepenggal kisah tentang seseorang?
Dia seorang yang baru aku kenal. Dia seorang yang baru aku jumpa. Dia seorang yang baru aku tahu. Dia seorang yang baru mengeja namaku. Dia seorang yang tanpa alasan aku ingin berlama-lama dengannya.
Entah, rasa apa ini, Malam.
Yang aku tahu aku hanya bahagia memikirkannya. Yangvaku tahu aku tak jemu terkotori dengan bayangnya. Yang aku tahu aku ingin selalu dan selalu mendoakannya dalam kerinduanku.

Senin, 03 Agustus 2015

#SurgaYangTakDirindukan




Film yang diangkat dari novel karya Asma Nadia dan pastinya nama yang tak asing lagi ditelinga para pembaca fiksi islami maupun penikmat film yang berbau religi. Karena telah banyak judul novelnya diangkat dalam sebuah drama, seperti Catatan Hati Seorang Istri yang di jadikan drama di salah satu stasiun televise hingga menjadi ratusan episode yang tanpa ujung, padahal jika kita tahu novelnya gak setebal filmnya. Ada lagi, Assalamu’alaikum Beijing, Emak Ingin Naik Haji, Jendela Rara, Aisya Putri, dan yang terakhir adaptasi dari Novel bunda Asma Nadia menjadi sebuah film Surga Yang Tak Dirindukan. Sangat banyak bukan, mustahil jika Asma Nadia tak menjadi tranding topic. Tapi jika boleh jujur, aku baru kali pertama membaca novelnya Asma Nadia dan itu adalah Surga Yang Tak Dirindukan, dan baru kenal sama Asma Nadia juga baru-baru ini. Kenapa aku membacanya, karena penasaran dengan film itu sebelum film itu ditayangkan. Alhasil, setelah aku membaca tuntas tak ada rasa kagum pada sosok Meirose. Dan itu sangat berbeda jauh dengan setelah aku menonton film Surga Yang Tak Dirindukan.
Alur dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan berganti-ganti. Diawal menceritakan kehidupan Arini yang digambarkan sebagai gadis yang sholihah diperankan oleh Laudya Cintya Bella okeylah, tapi ada sedikit perbedaan dalam novel, karena dalam novel diceritakan jika Arini berbadan sedikit gemuk dan mempunyai tiga anak sedangkan di film hanya Nadia *kasihan mbak Bella kali ya klo harus ngurus tiga anak*. Kemudian bagian kedua sosok Meirose, seorang keturunan China tinggal di Indonesia dan hidup dengan bibinya yang memperlakukan dia layaknya babunya. Tapi tidak saat ditayangkan dalam sebuah film. Meirose diperankan oleh Raline Shah yang berangkat dari keluarga broken home dan tinggal bersama seorang pembantu. Untuk Prasetya, diperankan oleh Fedi Nurul, emmm bagiku cocoklah dengan wajah manisnya Fedi. Itu dari penokohannya.
Lanjut bahas filmnya, dalam film Surga Yang Tak Dirindukan memang lebih bagus dan lebih pasti, karena tak berakhir dengan sebuah ketidakpastian. Diawal film diceritakan Arini sebagai guru dari sebuah tempat belajar anak-anak kecil, dia sebagai guru yang pandai mendongeng dan tanpa sengaja bertemu dengan Prasetya yang mengantarkan Hizbi salah seorang murid Arina yang tidak sengaja terjatuh dijalan. Awal pertemuan Arini dengan Pras, dan ini jugasedikit berbeda seperti dalam novel yang diceritakan saat itu Arini sedang mencari sendalnya setelah mengikuti acara di masjid Kampus. Kemudian setelah berkenalan Pras adalah teman kakak Arini.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Catatan Akhir Kuliah




Tepat 1 Agustus 2015. Hari yang seharusnya bersejarah akhir dari perjuang di kampus Hijau UIN Maliki. Tapi kenyataan berbicara lain, entah karena apa dengan tanpa alasan yang pasti jadwal itu mundur satu minggu setelahnya. Okey, sejauh ini taka da masalah, toh jika jadwa itu tetap seperti semula mungkin gak tahu aku telah siap menyambut hari bahagia itu atau tidak, bisa jadi semua jauh lebih kacau. Bukan karena susunan acara atau apa-apa tapi ternyata ada banyak pernak-pernik yang harus disiapkan menuju sebuah pesta wisuda. Ya, mungkin bagi teman-teman laki-laki tak masalah, karena mereka hanya butuh baju putih, celana hitam, sepatu hitam, dan dasi tanpa harus susahnya mencari baju kebaya, make up, dan lain sebagainya. Memang tak ada ketentuan harus menggunakan kostum yang seperi ini itu sih, tapi itu kan akan menjadi salah satu momen yang bersejarah dari beberapa momen sejarah yang lainnya, jadi gak ada salahnya kan klo kita berpenampilan layaknya princess Elsa dengan kekuatan frozen-nya.
Untuk mencapai sebuah pesta wisuda teranyata tak semudah seperti apa yang aku bayangkan. Ya, memang terkadang dongeng jauh lebih indah dari realita. Untuk mencapai sebuah final chapter, step pertama yang harus dilakukan kamu harus menyelesaikan kuliah semua teori yang biasanya ada di semester 1 sampai 7 *klo ada lebihnya itu bonus*, selanjutnya kamu harus melewati yang namanya (PM) Pengabdian Masyarakat dilanjut PKL (Praktek Kerja Lapang) *karena dikampusku emang dibedain antara even dengan masyarakat yg berbasis masjid dengan even yg sesuai jurusan* Ya, manfaatnya kita semakin banyak pengalaman dan semakin dapet banyak teman. Itu rangkaian acara yang harus dilewati sebelum kita berhadapan dengan yang namanya skripsi.

Kamis, 09 Juli 2015

(?)



Aku yang tertikam kehidupan. Lelah disiksa dengan keadaan yang tak pasti. Semua serba semu. Bahkan semua tampak jelas pada diriku. Untuk sebuah nama yang sebagaimana dikata William Shakespeare, apa arti sebuah nama. Tapi bagiku tidak begitu, nama adalah gambaran dari diri seorang. Dan aku bernamakan Tanya. Ya, entah bagaimana kedua orang tuaku berfikir hingga kata tanya menjadi pilihannya untuk inisial gadis yang dengan ribuan tanda tanya ini. Meski aku punya kata lain setelah Tanya, tapi tetap mereka para manusia memanggilku Tanya. Tak pernah menyapaku dengan nama akhirku Shafia yang jauh lebih indah. Dan mungkin hidupku tak akan seberat ini. bukan aku tak bersyukur. Tapi inilah kenyataan yang begitu keras.
Untuk hitungan tahun aku harus rela mengumpulkan kilogram keringat untuk dapat bertahan hidup. Lalu untuk hitungan bulan yang hanya punya tiga puluh hari yang dikata mereka para atasan teramat singkat. Aku harus rela mengorbankan waktu mudaku. Bahkan dalam kumpulan jam yang berderet angka satu hingga dua puluh empat aku harus rela memutar otakku dari tempat awalnya. Menjungkirkannya dari kepala ke bagian paling kotor, telapak kaki. Entah kepada siapa aku harus menyalahkan kehidupanku. Orang tuaku? Sejak aku mengenal usia satu tahun, aku tak pernah melihat kedua wajah mereka. Untuk selembar photopun tak pernah sedetikpun. Hingga aku sempat berfikir jika aku terlahir bukan dari seorang wanita, tapi aku terlahir dari letupan granat, bom atau yang lainnya. Benda yang selalu dihindari banyak insan karena tingkah lakunya yang kan meresahkan semua penduduk bumi. Tapi aku kembali berfikir logis, jika tak ada manusia dibumi ini yang lahir seperti timun mas dalam dongeng penimang upin-ipin dan kawannya.

Kamis, 16 April 2015

FILM : Fast and Farious 7



Kamis malam bertepatan tanggal 9 April 2015 lalu, hari dimana aku bersama teman-temanku menziarahi makam Paul Walker dan merubah studio bioskop menjadi tempat terakhir sang aktor (lebay :D). Jadi begini ceritanya, berawal dari sejak tanggal 3 April film Fast and Farious itu premier di bioskop-bioskop, dan waktu yang tidak menepati karena saat itu aku sedang di rumah, dan yang lebih parahnya lagi kota kelahiranku tidak menyediakan gedung bioskop yang layak atau bisa dikatakan telah ditutup so aku harus rela menunggu buat nonton salah satu film box office itu. Then hari Rabu aku segera kembali ke Malang, dan saat aku mulai mengajak teman-temanku yang cinema holic ternyata aku tertinggal. Lalu aku cari lagi hingga akhirnya aku menemukan Fitri teman sekelasku yang juga hobi nonton yang ternyata baru akan nonton di hari Kamis esok. Tak banyak fikir, aku segera mengajukan diri untuk ikut nonton bareng dan memesan satu tiket. 

Setelah tiket terbeli, kami mendapatkan jam malam pukul 18.30 di salah satu mall di Malang. Saat itu pukul 18.00 aku datang di gerbang belakang UIN Malang karena disitu tempat kita berangkat bareng tapi tidak untuk Fitri dia berangkat dari tempat dia mengajar private. So disana aku, Fia, Afis, Hudi, Sulthon, dan ceweknya yang entah siapa namanya. Setelah semua lengkap segera kita meluncur ke TKP melihat waktu yang semakin cepat menuju angka 18.30. Finally, kita tiba di dalam saat lampu bioskop sudah mati dan itu hal yang aku benci karena kita harus meraba-raba nomer tempat duduk, huhhhh.    

Kamis, 09 April 2015

Liebster Award




Well, karena aku udah di tag sama Fhea buat lanjutin game ini dan juga terfikir kayaknya asyik juga kali ya. Finally, bolehlah aku coba. :)
Sebenarnya aku juga gak paham dengan permainan yang dinamakan Liebster Award, karena pemainannya aneh, yaitu berawal dari segelintir aturan ini:
1.     Penerina award wajib berterima kasih kepada pemberi award.
2.     Penerima award wajib mendiskripsikan 11 fakta mengenai dirinya.
3.     Penerima award wajib menjawab 11 pertanyaan yang diberikan oleh si pembuat award.
4.     Penerima award wajib memilih 11 blogger lain sebagai nominator award berikutnya, dan berikan 11 pertanyaan untuk mereka.
Mulai dari aturan pertama, bilang makasih kepada pemberi award MAKASIH FHEA. (Cheklist -done-meski dengan emo muka merah sambil keluar asap dari talingo) Lanjut menuju aturan kedua yang berarti harus rela ngebuka aib sendiri *plakkkkk*.

Senin, 30 Maret 2015

Empat Sekawan dengan Weekend



Hei blog, apa kabar denganmu?
Apa kau baik saja?
Maaf jika akhir ini aku sedikit melupakanmu. Hingga kau telah mulai usang, mulai banyak karat *haha, emang blog terbuat dari besi?*
Kini aku ingin bercerita tentang perjalananku menjejaki tempat kelahiran sang proklamator, tempat dimana presiden pertamaku dilahirkan yang kemudian berlanjut ke tempat berdirinya salah satu gunung yang masih aktif di jawa timur.
Dimulai dari sabtu pagi saat matahari mulai menyapa dunia dengan rasa malasnya. Tepatnya tanggal 14 Maret 2015 aku bersama ketiga temanku dengan ketidaksiapan yang dipaksa untuk siap berangkat dari asrama menuju depan kampus UIN Maliki Malang. Kita berempat dengan personil Arina, Asmaul, Lintang dan Riski dengan langkah tergopoh-gopoh berangkat kedepan kampus. Alasan kenapa bisa tergopoh-gopoh, karena ketidaksiapan kita yang seharusnya telah jauh-jauh hari mempersiapkan apa saja yang dibawa saat menyusuri kota Blitar dan Kediri esok hari. Bahkan tiket kereta, barang yang sangat urgent harus lupa tak terbawa hingga akhirnya aku harus rela kembali guna mengambil tiket tersebut. Masalah yang pertama 

Senin, 02 Februari 2015

Sepucuk Surat yang Tertinggal




Pernahkah kau merasa akan kesendirian? Lalu dalam kesendirimu kau dapati oase yang dapat kau jadikan teman untuk mencurahk seluruh kegundahan. Hingga suatu saat kau kehilangannya untuk selamanya bahkan mungkin kau tak pernah temukan ia lagi.
Aku Vera remaja berumur 20 tahun dengan kehidupan yang diiringi dengan rasa gundah, galau, dan kesendirian. Bagiku hidup hanya ada satu waktu dan satu kali. Tapi entah mengapa aku selalu dan selau dijumpai dengan rasa kesendirian. Mungkin karena aku terlahir di panti asuhan tanpa kejelasan kedua orang tua. Yang aku tahu hanyalah ibu Wati, ibu panti yang selalu setia menjadi teman curhatku. Lain dari itu aku tak pernah punya teman yang selalu setia menemaniku. Bagiku teman hanyalah bullshit. Semua sama hanya datang saat mereka membutuhkanku.
Hingga suatu malam aku menerobos jalanan kota Jogjakarta. Kulalui  semua penjuru kota Jogja dengan jalan kaki. Hingga kutemukan kilometer 0 sebagai pusat kota Jogja. Disana kutemukan seorang pria tampak berdiri lesu dengan tatapan mata kosong. Lalu kuhampiri ia. Harapan yang kuinginkan hanyalah menemukan keramaian dalam keramaian. Bukan kesendirian dalam keramaian.

Jumat, 10 Oktober 2014

FILM : ANNABELLE



Oktober ini begitu banyak film-film yang layak untuk ditonton. Salah satunya film dengan genre horror, dengan pemeran utama boneka yang seharusnya sangat menggemaskan tapi sayang sang produser telah mengukir mind-set para penonton bahwa dia antagonis dan mengerikan. ‘Annabelle’ film yang tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda sejak tanggal 3 Oktober kemarin, hingga saat ini kursi penonton selalu terpenuhi disetiap jam-jam tayangnya. Memang layak dijadikan box office melihat kuantitas penontonnya. 

Malam jum’at memanglah hari yang diciptakan untuk para makhluk astral yang ingin eksis, hingga biasanya menjadi malam yang berbau mistis. Ku jadikan hari itu untuk menonton film yang tak kalah mistisnya. Dan bagi kalian yang penasaran dengan jalan kisahnya Annabelle, ini aku ceritakan secara singkat ya teman-teman… 



Jumat, 18 April 2014

Takdir Rinduku



…. Dengan sisa nafas ini
Ku nanti kau dalam dzikir
dan biarkan butir-butir tasbih ini
Menjadi saksi kerinduanku….
Prok.. Prok.. Prok..
Gemuruh  tepuk tangan penonton meramaikan gedung home teater Universitas Baitul Hikmah, salah satu kampus yang ada di kota Jombang. Fairuz Imani siswa perwakilan dari sekolah SMA Baitul Hikmah yang saat itu selesai membawakan puisi dengan judul Tasbih Rinduku. Paras yang tak tampan, namun baik untuk dilihat. Kali pertama itulah aku bertemu dengannya. Meski aku bukan sebagai salah satu peserta lomba baca puisi tingkat SMA se-Jawa Bali itu, namun aku cukup puas dengan sosok Iman dengan gaya  khasnya membawakan puisi itu. Aku yang saat itu hanya bisa duduk di tempat audien dan hanya bisa meratapi penyesalan diri. Mungkin aku bukanlah salah seorang siswi yang tergolong punya kelebihan jiwa percaya diri. Itulah alasannya mengapa aku hanya bisa duduk manis menikmati lantunan bait-bait puisi yang dibawakan para peserta.
*****

Kamis, 17 April 2014

Kau apa Dia??????



Cerita ini terinspirasi dari buku kumpulan cerita   قصص مؤثر للفتيات

Berwal dari seorang gadis yang merasakan kesedihan setelah pulang sekolah. Entah tahu kenapa dan tanpa alasan tiba-tiba gadis tersebuit menangis. Hingga hal tersebut diketahui oleh ibunya. Lalu dengan kepolosannya menjelaskan penyebab tangisan itu.

Gadis kecil        : “Bu, aku akan diskor dari sekolah karena seragamku terlalu panjang”
Ibu                   : “Tapi, pakaian inilah yang disukai Allah sayangku”
Gadis kecil        : “Iya bu, tapi sekolah tak memperbolehkan”
Ibu                   : “Well, malaikat kecilku, sekolah melarangnya tapi Allah menyukainya. Lalu siapakah yang kau ikuti? Apakah kau ikut Allah yang menciptakanmu dan memberimu nikmat? Atau ikut pada manusia yang tak punya apa-apa?”
Gadis kecil        : “Aku akan ikut Allah, ibu..”
Ibu                   : “Pilihan yang tepat sayang”

Rabu, 02 April 2014

Empat Sekawan di Penghujung Maret



       Hello.. Liburan Nyepi tanggal 31 Maret kemarin, teman-teman blogku tersayang menghabiskan dengan apa aja ni? Kalo boleh tahu? Okey, Jawabannya bisa ditulis dikolom komentar ya.. Hehehe
Then, I want to tell you about moment in Selecta. Dan.. inilah ceritanya.. 

       Yang pertama, tepat dihari senin, 31 Maret 2014 dipenghujung bulan Maret itu, aku bersama empat sekawan yang beranggotakan Evi sebagai kepala suku, Lintang sebagai cecunguk, Riski sebagai promotor, dan aku (Arina) sendiri sebagai pengikut. Berkeinginan untuk move on from room karena kebosanan dan kejenuhan selama tiga hari berturut-turut. Awalnya, rencana itu terplanning di hari Minggu sehari sebelum hari H, yak arena Evi mungkin telah mencapai titik kejenuhannya. Tapi akhirnya kondisi kurang mendukung. Karena alam Malang yang sering hujan disore hari, selain itu kurangnya personil dan kendaraan yang membuat planning itu tak terlaksana. Hingga akhirnya, aku dan Evi tepatnnya harus merelakan impian untuk menikmati indahnya dunia luar kamar dihari itu.

Jumat, 28 Maret 2014

The Singer "Papan Atas"


        Sebelumnya kenalin aku Ariena. Aku pengen kagak nahan duet sama penyanyi yang punya nama lengkap Nadia Mahfuzah. Ya, seorang penyanyi asal Banjar, Kalimantan Timur dengan ciri khass suara yang menggemparkan dunia. Di lagunya Senyum dan beberapa lagu andalannya seperti Kalamullah, Rindu Sahabat, Cantik dengan Jilbab dan lagu cover lainnya. Aku berkeinginan sekali bernyanyi bersama dengan iringan para personil bandnya. Alasannya, disana aku seperti menemukan oase ditengah era yang penuh kedustaan ini. Tentu saja karena lagu-lagu yang ia bawakan merupakan lagu pop yang berisi pesan untuk tetap bisa mendekatkan kita pada sang ilahi. Then, impian itu juga gak terlalu jauh untuk dapat diraihnya. Pasalnya gadis dengan tanggal lahir 15 April 1993 ini juga sering kujumpai dibeberapa event. Hanya saja untuk menyesuaikan jadwal kita rekaman bareng sulitnya minta ampun, yaa semoga suatu hari harapanku dapat terwujud. Aku selalu berdoa untuk proyek itu Nad panggilan akrabnya, dan ini gambar Nadia saat perform. :)

Kamis, 27 Maret 2014

Selfie itu Sahabatku


Inilah persahabatan kami ^_^

Tahukah kalian dengan istilah SelFie??? Yap kata yang telah menjamur di zaman perak ini. Selfie merupakan kepanjangan dari Self Potrait. Yaitu sejenis kegiatan narsis diri, yups ini banyak dilakukan oleh para kalangan remaja. Eitss tapi jangan salah para manusia-manusia paruh baya juga ada yang menggemari kegiatan ini lho.. meski selfie termasuk kegiatan yang agak konyol ‘menrutku’ tapi ia juga punya sejarah, keren kan. Jadi selfie ini ditemukan oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839. Manusia kebangsaan Inggris yang gemar mengabadikan diri sendiri di gadgetnya. Then selfie menjadi booming sampai menemui titik suksesnya dengan mendapatkan penobatan dari Oxford Dictionaries (Kamus Oxford) sebagai Word of The Year. Wowwww nyaris gak percaya.
            Okey itu selayang pandang tentang Selfie. Disini aku gak akan bahas tentang Selfie, terlalu banyak artikel tentang selfie saat mencari di google. Tapi aku akan menceritakan bagaimana aku bisa bertemu dengan arti-artis Selfie terpopuler menurut list persahabatanku.

Rabu, 19 Maret 2014

Your Response is a Psychologist




Mungkin aku bukan manusia kalangan atas, apalagi darah biru, hijau, putih dan lainnya, tapi aku gadis dengan usia 18 tahun yang berdarah merah. Ingat itu!!! Ay, para temanku biasa memanggilku dan nama lengkapku Ayni Chandrawati. Dengan bergaul dengan banyak teman bagiku memang tak sesusah mencari kuman di obat antiseptic, kurang kerjaan banget ya. Artinya aku selalu punya banyak teman dimanapun aku berada, maklum bisa dikatakan aku layaknya artis papan dada atau tablechest *emang ada ya artis tingkat tablechest??!! $#@@# Oh ya mau tau gak alasan yang aku pakai kenapa aku bisa setenar Taylor Swift, because I’m pretty girl and have gold voice, meski sering ikut audisi dan tak satupun lolos sih. Tapi bisa dikatakan suaraku bagus kok, saat jadi penyanyi kamar mandi, he (dengan senyuman nyengir).

Okey that’s my profile and then ini keseharianku. Aku sekolah di SMA 21 Malang berada di bangku kelas XII IPA 5. Dikota yang letaknya sangat strategis karena keksotisan alam dan tempat-tempat wisata yang begitu banyak. Mulai dari taman kanak-kanak hingga taman bermain. Mulai dari pantai balekambang yang penuh misteri sampai aliran-aliran sungai tepi jalan. Mulai dari Cuban rondo sampai Cuban Pelangi tanpa bidadari. Aku tak punya sahabat dekat yang selalu ada disaat aku ada dan tiada. Karena bagiku semua cewek dan cowok yang mempunyai kartu tanda siswa di sekolah SMA 21 Malang wajib dan harus menjadi sahabatku. Serta wajib dan harus, tidak boleh tidak menolak curahan hatiku saat aku berkeinginan curhat meski itu aku temui saaat ditrotoar jalan. Itu prinsipku karena yang aku tahu dalam sebuah pepatah mempunyai teman seribu jauh lebih mudah dari pada mempunyai musuh satu. Jadi seminimal mungkin aku punya musuh. Coz ngurusnya susah bnget contoh kecil, kita butuh ungkapan-ungkapan terupdate buat bales celotehannya, butuh mata-mata untuk memata-matai apa ja yang dia lakukan, lalu kita bersaing (dalam hal keburukan otomatis), butuh cari pendukung buat ngelawan dia (kayak caleg aja), butuh material berat seperti palu, gergaji, de el el buat jaga-jaga kalo terjadi tindakan anarkis. Duhh, dari pada mikir hal yang gak penting gituan mending kita sodaraan aja deh ribet jadi musuh. Belum lagi kalo nanti ketemu syetan-syetan terkutuk itu, permusuhan kan temannya setan. Masih mau ngejalin musuhan??? Kalo aku ya ogah deh..

Rabu, 19 Februari 2014

Sepenggal cerita di Ocean




Ku awali di tanggal 9 januari. Kutapakkan kaki ini di bumi Pare kabupaten Kediri. Kubulatkan tekad ini, kulepaskane liburan semester lima ini. Lalu tata hatiku untuk bisa belajar di kampong Arab ini, karena kuingin mempelajari apa itu bahasa arab dengan lebih mendalam. Pare sebuah kampong yang banyak didatangi para perantau dari belahan penjuru dunia mulai dari dalam negeri hingga luar negeri semua bersatu padu demi meraih apa yang mereka citakan. Disini para manusia ulai dari anak-anak hingga orang dewasa saling belomba berbicara asing. Bahkan para penjual keliling skalipun menggunakan bahsa asing.

Minggu, 12 Januari 2014

Keliling Dunia dengan Eco Green Park



Cara belajar yang bagaimana yang diinginkan anak-anak dimasa sekarang? Mereka mungkin bosan dengan metode belajar yang hanya duduk, diam dengan berandai apa yang diceritak oleh para gurunya. Namun saat ini masalah tersebut akan terpecahkan dengan adanya tempat rekreasi yang bersifat edukasi. Eco Green Park yang berlokasi di jl.oro-oro ombo No.9A, Batu, Jawa Timur 65314 Indonesia adalah satu dari puluhan tempat liburan yang cocok untuk musim liburan sekolah. Dimana para anak-anak hingga orang dewasa dapat mengetahui berbagai hal yang mungkin belum diketahui. Yang terdapat lebih kurang tiga puluh lima wahana mulai dari miniatur keadaan Indonesia hingga hasil tangan kreatif berupa gajah yang hidup dari ribuan rongsokan monitor.

Kamis, 29 Maret 2012


Tinggal Kenangan

Pernah ada rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin ku lupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku
            Jauh kau pergi meninggalkan diriku
            Disini aku merindukan dirimu
            Ingin ku coba tuk cari penggantimu
            Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kasihku,,,,,,






بقي الذّكره

قد سبق شعورالحبّ
بيننا والبقي الذّكرة
أناأريد أن أنسي نفسك
بل لاأمكن أن أجد مثلك يا نجومى
  ذهبت بعيدا تركت لى نفسى
  أنا هنا أحنّ إليك
  أنا أريد مبدل لنفسك
  بل لا أمكن أن أجد مثلك يا حبيبي,,,,,,,