Selasa, 18 Maret 2014

Not for Read!!




Tulisan ini mungkin tak penting, kalo perlu gak usah dibaca aja deh. Udah lewatin aja, dari pada buang waktu dengan sia-sia. Coz this is sebuah ungkapan hati ya bisa dibilang curhat tapi salah tempat. Yang seharusnya aku curhat di diary yang punya gembok rapi supaya para manusia dan jin sekitar tak tahu isinya. Tapi ini malah dishare ke blog, ya maaf gak ada diary, klo mau curhat d fb takutnya komennya *amin* soalnya telalu panjang kali lebar menjadi luas. Selain itu  mungkin emang sipenulis emang lagi frustasi tingkat RT……….. 
Hari ini 18 Maret 2014 aku merasa sangat lelah, lelah, dan lelah. Alasannya kenapa ya? Ya, aku ingin mulai memflashback kegiatan mulai tadi pagi. Setelah aku bangun dari mimpi-mimpi yang kurang indah itu, pada jam 04.00 lebih tapi tepatnya entah menit keberapalah. Ku ambil air wudhu untuk mengusir semua setan-setan yang masih setia menempel ditubuh ini. Then aku mulai bermunajat pada sang maha pencipta. Aku berserah diri di pagi itu, aku meminta ampun, berdoa sekaligus memohon pada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadikan hari ini bukan hari terakhirku melainkan menjadikan hari yang penuh berkah. 

Sabtu, 15 Maret 2014

Belajar Bahasa Amiyah



Bahasa ‘Amiyah adalah bahasa yang digunakan untuk sehari-sehari para orang Arab. Yang mana bukan bahasa yang ada seperti di al Qur’an. Bahasa amiyah adalah bahasa yang dulunya merupakan bahasa kabilah yang ada di Arab, dan hilang dengan turunnya al Quran, namun saat ini bahasa amiyah digunakan kembali di setiap daerah-daerah arab dengan dialek masing-masing. Berikut seddikit contoh bahasa arab Fushah dan Amiyah.
  

The Little Message for My Daddy



Aku tak pernah tahu alasan apa yang kau berikan saat aku bertanya-tanya kenapa aku harus memilih bahasa arab. Namun saat ini aku tahu dengan sendirinya kenapa disini aku harus melabuhkan pencarian ilmuku. Karena dengan disinilah aku menemukan bagaimana indahnya islam dapat tersebar luas, bagaimana kejayaan islam yang sekarang lenyap tertelan kemodernan zaman. Mungkin sebagian oranng menafikan jikalau islam pernah Berjaya. Jikalau islam pernah menguasai jagat raya isni. Namun tidak untuk bagi kami yang tahu dan belajar akan sejarah.
Aku sadar bagaimana engkau memilihkan ku pada tempat tujuan yang terbaik. Karena kau mungkin telah berfikir sebegitu kerasnya dari semua deretan jurusan yang ada di perguruan tinggi negeri yang ternama. Lalu kau pilih sastra arab yang kan membawaku akan dunia baru. Dunia yang tak banyak dilirik manusia karena maraknya islamophobia. Dengan gembor-gemboran para mediator-mediator barat. Namun disini aku tahu fakta yang sesungguhnya. Fakta yang selalu tertutupi meski mereka tahu kebenaran dari semua itu.

Rabu, 12 Maret 2014

Minggu Pertama Bagi Para Presentator


                                                              Para Presentator 
     Memasuki minggu ketiga masa perkuliahan di kampus UIN MALIKI MALANG ini. Para presentator mulai ramai disibukkan dengan presentasi yang telah dijadwalkan bagi masing-masing kelompok. Khususnya mahasiswa jurusan BSA Fakultas Humaniora UIN MALIKI MALANG angkatan 2011.

Kamis, 27 Februari 2014

FILM : Warm Bodies




“Apa yang akan kulakukan dengan hidupku? Aku sangat pucat. Posturku mengerikan. Ada apa denganku? Aku hanya ingin punya hubungan”.

 ‘R’ sesosok lelaki yang bermuka pucat, bukan vegetarian, tak bisa tidur lagi mimpi. Hanya otak yang membuatnya merasa hidup. Mayat hidup yang terkenal dengan zombie adalah rasnya. Meski hanya seorang zombie ia harus berjuang untuk tetap hidup serta tak mudah baginya hidup dalam dunia kegelapan.

Lelaki itu hidup mengelilingi airport yang saat ini penuh dengan mayat hidup lainnya. Sesekali ia bertemu dengan ‘M’ sahabat karibnya, dengan tanpa kata dan hanya tatapan aneh mereka. Meski para zombie tak berkomunikasi namun mereka punya rasa yang sama dalam hal makan. Namun butuh waktu banyak untuk sampai karena mereka tak bisa berlari secepat kilat. 

Rabu, 19 Februari 2014

Sepenggal cerita di Ocean




Ku awali di tanggal 9 januari. Kutapakkan kaki ini di bumi Pare kabupaten Kediri. Kubulatkan tekad ini, kulepaskane liburan semester lima ini. Lalu tata hatiku untuk bisa belajar di kampong Arab ini, karena kuingin mempelajari apa itu bahasa arab dengan lebih mendalam. Pare sebuah kampong yang banyak didatangi para perantau dari belahan penjuru dunia mulai dari dalam negeri hingga luar negeri semua bersatu padu demi meraih apa yang mereka citakan. Disini para manusia ulai dari anak-anak hingga orang dewasa saling belomba berbicara asing. Bahkan para penjual keliling skalipun menggunakan bahsa asing.