Rabu, 14 Juli 2010

तान..................

Tanah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Lapisan tanah yang subur

Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.

Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
[sunting] Pencemaran tanah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pencemaran tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Senin, 12 Juli 2010

Tanah ku

Tanggal 5 Juni adalah Hari Lingkungan Dunia, hari yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 1973 untuk meningkatkan kesadaran dunia akan pentingnya menjaga lingkungan kita. Tema tahun ini adalah “Banyak Spesies. Satu Bumi. Satu Masa Depan." http://www.unep.org/wed/2010/english/

Untuk menghormati hari ini, acara kami menayangkan kutipan wawancara dengan ahli iklim terhormat, tokoh politikus terkemuka, ahli lingkungan berwawasan, dan penduduk yang peduli mengenai betapa peternakan intensif menghancurkan lingkungan kita.

Menurut "Bayangan Panjang Peternakan (Livestock Long Shadow)" sebuah laporan yang dikeluarkan tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa Bangsa, industri peternakan sangat bertanggung jawab untuk hampir semua masalah serius lingkungan yang sedang dihadapi Bumi ini, termasuk degradasi tanah, penebangan hutan, polusi, dan kekurangan air, dan di atas segalanya, pemanasan global. Kami mulai dengan bagaimana produksi produk hewani menghabiskan lahan yang luas di seluruh dunia dan merampas produktivitas sejati dari tanah.

Dr. Smith: Seluruh operasi dari sistem daging memerlukan banyak lahan. Keseluruhan lahan pertanian di suatu tempat dibuat untuk menghasilkan pakan untuk membesarkan hewan itu. Kita semua terhubungkan bersama, kita tinggal di planet yang sama; kita lakukan satu hal, itu mempengaruhi setiap orang. Dan ini adalah ilustrasi paling penting.

Dr. Pachauri: Sektor peternakan sejauh ini menjadi pengguna tanah yang terbesar satu-satunya yang berhubungan dengan kegiatan manusia. Produksi peternakan bertanggung jawab atas 70% dari seluruh tanah pertanian dan 30% dari area permukaan tanah dunia. Dan 70% dari lahan hutan terdahulu di Amazon sekarang dikuasai oleh penggembalaan ternak, dan pakan untuk pangan ternak meliputi sebagian besar dari yang tersisa.

Supreme Master TV: Hutan di manapun memainkan peran penting dalam menyerap karbon dioksida atmosferik. Penebangan hutan akibat pemeliharaan ternak menghilangkan penampung karbon yang tak ternilai harganya.

Russell: Peternakan hewan adalah pemicu pembersihan lahan di seluruh dunia, khususnya di Australia. Dari seratus juta hektar hutan di Australia yang telah ditebang, sekitar 70 juta dari itu ditebang untuk peternakan hewan. Sekitar 25, 26 juta adalah apa yang kita tanam. Kita hanya hidup di sekitar 2 juta hektar.

Prof. Liu: Di tempat seperti Brazil, andaikan mereka berhenti memproduksi daging, mereka takkan perlu membakar banyak hutan hujan untuk mengubahnya jadi padang rumput untuk peternakan. Kemudian mereka bisa melindungi hutan hujan dan membiarkan mereka terus tumbuh. Hal ini dapat mencegah timbulnya emisi CO2 akibat pembakaran hutan, yang sangat penting.

Supreme Master TV: Produksi produk hewani sangat tidak efisien. Itu menghabiskan sejumlah besar sumber daya alam kita seperti air dan mengalihkan hasil pertanian dari orang yang kelaparan untuk memberi makan hewan-hewan ternak.

Dr. Pachauri: Dampak lingkungan lain dari peternakan: Jumlah air yang diperlukan untuk memproduksi satu kilogram tepung jagung adalah 900 liter, beras 3000 liter, ayam, 3900 liter, daging babi, 4900 liter, dan daging sapi besar sekali 15.500 liter. Jadi juga banyak sekali dalam hal pemakaian air jika ambil keseluruhan siklusnya. Sepertiga dari panen gandum dunia dan lebih dari 90% kedelai digunakan untuk pangan ternak.

Diperlukan hampir 10 kilogram pakan ternak untuk menghasilkan 1 kilogram daging sapi dan 4 sampai 5,5 kilogram biji-bijian untuk memproduksi 1 kilogram daging babi, dan 2,1 sampai 3 kilogram biji-bijian untuk memproduksi 1 kilogram daging unggas.

Barry: Tentu saja, ada banyak air yang digunakan untuk memproduksi satu kilogram daging babi dan banyak air juga digunakan untuk memproduksi produk olahan susu. Banyak susu di Australia dijalankan di lahan yang sebenarnya tidak sesuai untuk peternakan susu kecuali untuk mengairi pertanian.

Jadi ini adalah air yang dialirkan dari Sungai Murray dan disebarkan ke seluruh lahan penggembalaan yang luas untuk membuat penggembalaan hijau yang cukup untuk memproduksi susu. Tetapi itu adalah air yang sama yang sedang kekurangan persediaan di Adelaide, yang mematikan Coorong (lahan basah), misalnya, karena tidak mendapatkan cukup aliran air. Air yang disemprotkan ke padang rumput Victoria Barat untuk memproduksi susu sebenarnya bukanlah pemakaian air yang bijaksana sama sekali.

Patz: Saya akan katakan bahwa itu adalah isu yang cukup penting dan kita perlu bergulat dengannya, yaitu produksi protein dari industri peternakan sangat konsumtif dalam hal kebutuhan air, untuk memproduksi jumlah protein yang sama dari daging dibandingkan dengan kacang polong; saya pikir itu adalah tujuh atau delapan kali lebih banyak energi yang diperlukan untuk menghasilkannya.

Dengan kata lain, sangat boros sumber daya alam dan konsumsi energi untuk menghasilkan daging sapi. Jadi, sejauh itu adalah tanggung jawab lingkungan hidup, saya akan katakan bahwa yang telah ditunjukkan peternakan adalah cukup intensif energi, intensif air dan intensif lahan; mengubah hutan menjadi tanah penggembalaan, kita telah banyak mengubah lanskap kita.

Sebenarnya, pertanian sendiri telah mengubah lanskap planet lebih banyak daripada penyebab manapun lainnya. Jadi saya akan mendukung menghilangkan pola makan daging, yang benar-benar tidak berkelanjutan.

Supreme Master TV: Krisis keberagaman hayati dunia sangat dekat dikaitkan dengan cepatnya pertumbuhan industri peternakan dalam dekade terakhir.

Dr. Lovejoy: Kita, manusia adalah makhluk hidup; kita muncul dan berkembang dalam sistem kehidupan sebagai bagian dari sistem ekologi. Setiap kali kita mengurangi sejumlah keanekaragaman hayati, sebenarnya kita memiskinkan masa depan kita sendiri.

Kita harus benar-benar berpikir tentang ekosistem dan aneka hayati di seluruh permukaan dari planet ini. Dan kita juga perlu berpikir tentang mempertahankan perwakilan daerah alamiah dengan cakupan yang memadai sehingga mereka dapat terus mewakili. Itu adalah gagasan ukuran luas kritis minimum dari ekosistem, dan seberapa besarnya 1 bagian seharusnya agar benar-benar dapat mewakili. Jika kita gagal melakukan ini, masa depan akan buruk, tidak hanya bagi seluruh kehidupan tapi bagi manusia.

Inga Marte Thorkildsen: Penting untuk membuat orang sadar bahwa konsumsi daging mereka adalah kontributor penting bagi perubahan iklim, dan juga bagi krisis makanan di dunia.

Supreme Master TV: Pabrik peternakan sangat mencemari kali, sungai, dan danau, dimana air minum menjadi terkontaminasi dengan nitrat dan fosfor dari kotoran hewan. Penduduk di sekitar tempat peternakan menderita penyakit pernafasan dari udara yang tercemar.

Johanne: Saya harus akui bahwa saya lebih sering mengalami diare di musim semi atau saat airnya kotor, saat air sungai menjadi coklat. Jika saya minum terlalu banyak air dari keran, saya menderita diare pada hari berikutnya. Saya mengunjungi Hari Kesehatan Umum tahunan dan saya melihat penelitian tentang orang yang menjadi sakit, terkena diare, karena tinggal di dekat peternakan babi atau ternak. Kita tak bisa bernafas. Itu adalah amonianya. Kita kekurangan udara segar. Ada hari-hari dimana kami harus pergi. Kami pergi di pagi hari, kami kembali di malam hari saat angin telah berubah arah.

Supreme Master TV: Pemeliharaan ternak untuk produksi daging adalah pencemar tunggal terbesar buatan manusia yaitu metana, gas rumah kaca yang sangat potensial. Metana memiliki 72 kali kemampuan memanaskan dari karbon dioksida jika diukur selama periode 20 tahun.

Russell: Metana pada khususnya, diproduksi oleh hewan memamah biak ketika mereka mencerna makanan mereka. Kita punya 90 juta domba dan 28 juta sapi di negara ini. Mereka adalah mesin produksi gas metana 24jam sehari 7 hari seminggu. Jumlah pemanasan yang disebabkan metana di Australia lebih memanaskan daripada seluruh pembangkit tenaga batu bara kita. Itu amat mengejutkan.

Prof. Wang: Perubahan dalam peternakan sebenarnya lebih efektif dibanding mengontrol emisi CO2, karena jangka usia CO2 di atmosfer sangat lama, usianya bisa mencapai 50 sampai 200 tahun. Jadi, walau seluruh dunia berhenti mengeluarkan karbon sepenuhnya, maka masih perlu 50 sampai 200 tahun bagi kita untuk melihat berbagai akibat pentingnya.

Tetapi metana berbeda; masa hidup metana di atmosfer hanya 15 tahun. Jadi jika kita dapat mengurangi emisi metana dari hari ini, hasilnya akan timbul pada generasi kita. Jadi dampaknya sangat cepat, sangat langsung.

Supreme Master TV: Pensiunan pimpinan konsultan lingkungan Grup Bank Dunia Dr. Robert Goodland dan pejabat peneliti dan spesialis lingkungan untuk divisi Keuangan Perusahaan Internasional grup ini yaitu Jeff Anhang dalam artikel mereka “Ternak dan Perubahan Iklim” – yang diterbitkan di Majalah World Watch menyimpulkan bahwa siklus produksi dan rantai persediaan ternak memproduksi minimal 51 persen emisi gas rumah kaca dunia yang dihasilkan oleh manusia. Mereka merekomendasikan untuk mengadopsi pola makan nabati sebagai pilihan solusi pertama bagi perubahan iklim.

Dr Allott: Semua hal ini berhubungan dan juga kita melihat kebutuhan kuat untuk membantu gerakan mengurangi konsumsi daging sebagai bagian dari respon terhadap perubahan iklim, serta banyak alasan baik lainnya untuk melakukan hal itu, berhubungan dengan kesehatan, berhubungan dengan obesitas, semua hal-hal lainnya yang kita ketahui.

Barry: Kita juga bisa mengambil langkah lainnya, seperti mengubah pola makan kita. Bagi mereka yang vegan dan telah memilih menghindari produk hewani sepenuhnya, maka Anda sudah mengambil langkah utama mengurangi jejak karbon Anda sendiri dari pola makan Anda sendiri.

Supreme Master TV: Penelitian oleh Badan Penilai Lingkungan Belanda yang judul “Manfaat untuk Iklim dengan Mengubah Pola Makan (Climate Benefits of Changing Diet),” menganalisa keseluruhan rantai aktivitas pemeliharaan ternak dari ladang ke garpu.

Diperhitungkan bahwa memerlukan US$40 miliar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan untuk mengambil tindakan pengurangan terkait perubahan iklim. Biaya ini bisa dikurangi lebih dari 80% jika dunia menerapkan pola makan vegan.

Dr. Joop Oude Lohuis: Kami mengasumsikan bahwa tanah rumput yang tidak dipakai lagi oleh ternak akan kembali kepada keadaan alamiahnya. Untuk alasan tersebut, beberapa bagian dunia akan tumbuh hutan dan menahan karbon jika lebih banyak tanah berhutan.

Maha Guru Ching Hai: Tanpa industri peternakan yang tak diperlukan, tak hanya kita akan mendapat hutan, kita juga akan memiliki pertanian vegan organik untuk menanam makanan utuh dan layak bagi manusia, dan seperti hutan, lahan pertanian ini juga dapat menyerap banyak panas dari atmosfer.

Dan juga peralihan global ke tindakan vegan organik yang bisa berarti 40% penyerapan dari semua gas rumah kaca, selain dari 50 persen lebih yang kita hilangkan melalui mengakhiri praktik pemeliharaan ternak.

Pemerintah dunia bisa menghemat puluhan triliun US dollar, jika tiap orang jadi vegan dan menanam organik.

Jadi, 50% lebih sedikit dari tanpa industri ternak, 40% lebih sedikit karbon dioksida di pertanian organik, lalu kita akan bernyanyi, dunia kita akan terselamatkan.

Minggu, 11 Juli 2010

herbal

Obat tradiasionl adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual dipasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.
[sunting] Macam-macam Obat Tradisional

* Bawang
* Belimbing sayur
* Cengkeh
* Daun Dewa
* Jahe
* Jamu
* Jamur
* Kaca Beling
* Keladi tikus
* Kfir
* Kombucha
* Kencur
* Kunyit
* Mahkota Dewa
* Mengkudu
* Lidah Buaya
* Teh
* Temu lawak
* Pegagan
* Rosela
* Saga
* Sambiloto
* Sambung Nyawa
* Sidaguri
* Sirih
* Yoghurt

Rabu, 07 Juli 2010

Sejarah Herbal

Obat herbal - Sejarah pengobatan herbal PDF Print E-mail
Written by Administrator
Saturday, 10 May 2008
Pengobatan herbal (herbalism) adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Herbalism adalah juga dikenal sebagai pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk pengobatan, medis secara herbal, obat herbal, herbology, dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral, kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu.



Sejarah pengobatan herbal

Di catatan sejarah, studi mengenai tumbuh-tumbuhan herbal dimulai pada 5,000 yang lalu pada bangsa Sumerians, yang telah menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal untuk kepentingan pengobatan, seperti itu seperti pohon salam, sejenis tanaman pewangi, dan semacam tumbuhan. Orang-orang Mesir dari 1000 BC. dikenal untuk memiliki digunakan bawang putih, candu, minyak jarak, ketumbar, permen, warna/tanaman nila, dan tumbuh-tumbuhan herbal lain untuk pengobatan. Dalam dokumen Kuno juga menyebutkan penggunaan tanaman/jamu herbal, termasuk tanaman mandrak (beracun), vetch, sejenis tanaman pewangi, gandum, jewawut, dan gandum hitam.

buku mengenai tumbuhan herbal dari Cina tercatat sekitar tahun 200 SM yang memuat 365 tumbuhan obat dan penggunaan-penggunaan tumbuhan herbal tersebut, diantaranya disebutkan termasuk ma-Huang, yang memperkenalkan efedrina kepada pengobatan modern.

Bangsa Yunani dan bangsa Roma kuno melakukan penggunaan tanaman herbal untuk penyembuhan. Sebagaimana tertulis dalam catatan Hipocrates, terutama Galen praktek bangsa Yunani dan Roma dalam pengobatan herbal menjadi acuan dalam pelaksanaan pengobatan di barat pada kemudian hari. Yunani dan praktek-praktek Roma yang berhubung dengan obat, seperti yang dipelihara di dalam tulisan Hippocrates dan - terutama -Kekasih, yang dengan syarat pola-pola untuk pengobatan barat yang kemudiannya. Hippocrates menganjurkan pemakaian herbal yang sederhana, seperti udara yang sehat,segar dan bersih, istirahat dan diet yang wajar.

Sedangkan Galen menganjurkan penggunaan dosis-dosis yang besar dari campuran-campuran obat termasuk tumbuhan, binatang, dan ramuan-ramuan mineral. Para ahli kedokteran bangsa Yunani merupakan orang Eropa yang pertama yang membuat acuan penggunaan-penggunaan dari tumbuhan obat, De Materia Medica.

Pada abad pertama sesudah masehi, Dioscorides menulis suatu ringkasan dari lebih 500 tumbuhan yang menjadi bahan acuan selama abad ke 17.
Sama pentingnya bagi ahli pengobatan herbal dan ahli tumbuhan di temukan buku dari bangsa Yunani, Historia Theophrastus Plantarum, yang ditulis pada abad ke 4.

Penggunaan tumbuhan-tumbuhan untuk pengobatan dan tujuan-tujuan lain mengalami perubahan kecil selama Abad Pertengahan. Pada awalnya pihak gereja menakut-nakuti praktek pengobatan yang formal dan lebih menyukai penyembuhan melalui doa, tetapi banyak tulisan bangsa Yunani dan tulisan bangsa Roma mengenai pengobatan, yang naskah-naskahnya terpelihara dengan rapi di dalam biara-biara gereja.

Biara-biara cenderung untuk menjadi pusat-pusat lokal dari pengetahuan medis, dan taman tanaman obat mereka menyediakan bahan baku untuk perawatan yang sederhana. Pada waktu yang sama, pengobatan rakyat di dalam rumah pada desa/kampung mendukung berkembangnya ahli herbal. Diantara yang ikut berkembang adalah apa yang mereka sebut ”wise woman”, wanita yang juga memberikan ramuan jamu selain mantra dan jampi- jampi. Salah satu wanita paling terkenal di dalam herbal adalah Hildegard dari Bingen, biarawati benediktin dari abad ke duabelas, dia menulis buku yang berjudul Causes and Cures.

Sekolah-sekolah medis mulai kembali di pada abad ke sebelas, mengajarkan sistim Galen. Pada waktu itu, Dunia yang Arab lebih maju di dalam ilmu pengetahuan dibandingkan Eropa. Karena mempunyai budaya perdagangan, Arabs mempunyai akses untuk menanam tanaman yang berasal dari tempat-tempat yang jauh seperti Negeri China dan India. Terjemahan-terjemahan medis klasik mengenai medis dan herbal diterjemahkan dari timur (arab) ke barat (eropa).Selain perkembangan universitas, pengobatan herbal rakyat tetap tumbuh dengan subur.

Pentingnya tumbuh-tumbuhan herbal terus berlanjut pada Abad Pertengahan. Hal itu ditandai oleh diterbitkannya ratusan buku mengenai herbal setelah ditemukannya penemuan tentang percetakan pada abad ke lima belas. Historia Theophrastus Plantarum adalah salah satu dari buku yang pertama dicetak dan setelah itu dilanjutkan dengan De Materia Medica tak lama kemudian.

Abad ke-limabelas,enambelas dan tujuhbelas masa-masa perkembangan yang besar bagi dunia pengobatan herbal, banyak buku-buku tersedia bagi pertama kali di dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa dibanding Latin lain atau Yunani. Buku Herbal yang pertama kali diterbitkan di dalam bahasa Inggris adalah Grete Herball yang pengarangnya tidak diketahui pada tahun 1526. Buku Kedua yang terkenal di dalam bahasa Inggris adalah The Herball atau General History dari Plants (1597) oleh Yohanes Gerard dan The English Physician Enlarged (1653) oleh Nicholas Culpeper.

Buku Gerard pada dasarnya adalah suatu terjemahan dari buku karangan Dodoens, ahli herbal dari Beldia dan ilustrasi-ilustrasi nya datang dari cara bangsa jerman bekerja dalam hal penanganan tanaman. Edisi yang asli berisi banyak kesalahan karena pemadanan yang keliru dari dua hal, \ pengobatan tradisional dengan astrologi, sihir, dan dongeng-dongeng ditertawakan oleh dokter-dokter pada jaman itu. Namun bukunya, seperti buku-buku ahli herbal lainnya tetap disukai oleh masyarakat banyak.

Era eksplorasi dan penjelajahan seperti yang dilakukan columbus memperkenalkan tumbuhan obat baru kepada Eropa. manuskrip Badianus menggambarkan penggunaan herbal oleh bangsa Aztec yang kemudian diterjemahkan ke dalam Latin pada abad ke-16.

Pada millennium yang kedua, merupakan permulaan kemunduran pengobatan herbal. Hal ini mulai dengan mulai dikenalnya zat kimia aktif seperti arsenic, copper sulfate, iron, mercury dan sulfur yang diikuti oleh perkembangan cepat dari ilmu-ilmu kimia lainnya yang mendorong pengobatan dengan menggunakan pengobatan yang dibuat dari bahan kimia.

Rabu, 23 Juni 2010

Mengenal Kahlil Gibran





Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Sebuah daerah yang sering disinggahi badai, gempa serta petir.

Sejak kecil, ia terbiasa menangkap fenomena alam, yang kemudian banyak mempengaruhi tulisannya. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat.

Gibran mengalami kejutan budaya, hingga bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun.

Setelah itu, dia kembali ke Bairut, dimana ia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, telah terbentuk visi tentang tanah kelahiran dan masa depan. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karyanya yang berbahasa Arab.

Kahlil Gibran kembali meninggalkan Libanon saat berusia 19 tahun, tanah yang sudah menjadi inspirasinya. Di Boston ia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan diri dan memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budaya yang berbeda menjadi satu.

Drama pertama Kahlil Gibran ditulis di Paris dari tahun 1901 hingga 1902, ketika menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran Gibran tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Kahlil Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya, kakak dan ibunya meninggal karena berbagai penyakit. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya.

Gibran dan adiknya harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Kemudian Marianna membiayai penerbitan karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan kariernya yang masih awal.

Tahun 1908 Kahlil Gibran singgah di Paris dan hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, kepala sekolah yang memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston.

Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Tahun 1911 Kahlil Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis. Kemudian, "Broken Wings" diterbitkan dalam Bahasa Arab, yang sering dianggap sebagai otobiografinya.

Kahlil Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun berikutnya. Karyanya antara lain, The Madman, Twenty Drawing, The Forerunne, Sang Nabi, Sand and Foam, Jesus the Son of Man, Lazarus, The Earth Gods, The Wanderer, The Garden of the Propeth. Pada 10 April 1931 jam 23.00, Gibran meninggal dunia sirosis hati dan TBC yang menggerogotinya.

Rabu, 16 Juni 2010


Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT di samping makhluk-makhluk lain ciptaan-Nya. Di samping adanya perbedaan yang sangat mendasar antara penciptaan binatang dan manusia, ternyata masih ada kesamaan di antara keduanya. Kesamaannya, masing-masing baik binatang maupun manusia itu diciptakan secara fitrah memiliki kecenderungan memenuhi kebutuhan hawa nafsu. Adapun perbedaan yang sangat mendasar dari keduanya adalah dalam proses pemenuhan hawa nafsu.

Binatang, oleh karena mereka tidak diberi akal maka naluri kecenderungan pemenuhan hawa nafsunya hanya sebatas fitrahnya. Misalnya, bila lapar lantas mereka pun akan segera mencari makanan untuk dimakan. Setelah kenyang mereka akan diam. Sebelum lapar mereka tidak akan makan, mereka akan makan hanya pada saat mereka betul-betul merasa lapar.

Dalam kehidupan binatang, ada yang berusaha menutupi kebutuhan hidupnya dengan sendiri-sendiri, ada pula yang membina kebersamaan di bawah satu kepemimpinan seperti dalam kelompok lebah atau tawon atau An Nahl. Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu) dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesung-guhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”(An Nahl, 16 :68-69).

Ayat di atas mengingatkan kita akan kebersamaan para lebah untuk menjadi contoh bagi kita, di bawah satu kepemimpinan mereka membina kesatuan, kerja sama yang sangat baik dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh manusia di antaranya madu yang bisa menjadi obat. Demikian pula, kehidupan semut pun dalam membina kebersamaan layaklah kita tiru.

Adapun manusia, di samping memiliki kecenderungan hawa nafsu untuk memenuhi kebutuhan hidup baik nafsu makan ataupun nafsu kebutuhan biologis, selain itu pula manusia diberi akal. Semestinya dengan akalnya ini manusia harus lebih bisa mengendalikan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Karena dengan akalnya, manusia harus bisa terbimbing untuk bisa membedakan mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain, mampu membedakan mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan, dan harus mampu pula membedakan mana yang bisa dinikmati dan mana yang tidak boleh dinikmatinya. Sesungguhnya, manusia derajatnya harus lebih baik daripada binatang.

Tetapi dalam realita kehidupan, menurut Al Madudi, kita selalu menyaksikan hampir pada setiap zaman justru sebagian besar manusia itu lebih tidak terkendali dalam memenuhi kebutuhan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Ini terjadi akibat dari lepasnya kendali dalam dirinya, karena akal yang seharusnya berfungsi mengendalikan hawa nafsu, namun pada prakteknya malah dikendalikan hawa nafsu. Sekan-akan tugas dan fungsi akal hanyalah memikirkan bagaimana caranya untuk memuaskan hawa nafsu. Ini semua bisa terjadi tiada lain karena tidak adanya kendali agama.

Di dalam Al Qur’an, dijelaskan bahwa manusia-manusia yang seperti ini tidak ubahnya binatang ternak bahkan jauh lebih rendah daripada binatang. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al A’raaf, 7 : 179).

Mereka memiliki akal tetapi tidak dipergunakan untuk berfikir pada jalan yang benar, mereka memiliki mata tetapi tidak dipakai untuk melihat yang benar, mereka memiliki pendengaran juga tidak dipakai untuk mendengar kalimat-kalimat Allah yang seharusnya dapat menuntun hidup mereka. Akhirnya mereka tidak ada ubahnya seperti binatang bahkan lebih rendah daripada binatang.

Lebih lanjut, Al Madudi menyatakan, “Bila kita mau jujur melihat, kita tidak akan pernah menyaksikan ada sekelompok singa yang berusaha menyusun angkatan bersenjatanya untuk menyerang kelompok singa yang lain. Atau juga, kita tidak akan pernah menyaksikan ada seekor anjing yang berusaha untuk memperbudak anjing yang lain. Jujur saja, kita juga tidak akan pernah melihat ada seekor katak yang berusaha menutup mulut katak yang lain dengan tidak memberinya kesempatan untuk bersuara”. Bila dilihat dari sisi ini, ternyata hak asasi binatang (HAB) di dunia binatang itu jauh lebih terpenuhi dengan baik dibanding dengan hak asasi manusia (HAM) dalam kehidupan manusia.

Kata Al Madudi pula, kalau kita berbicara tentang binatang yang diberi gelar oleh manusia dengan gelar “Binatang Buas”. Padahal, sebuas-buasnya binatang tidak akan mengalahkan buasnya manusia. Sejak binatang buas dan manusia itu ada, berapa jumlah korban manusia yang pernah dimakan binatang buas dibandingkan kebuasan manusia atas manusia pada Perang Dunia I, misalnya. Bila dilhat dari sisi ini sebenarnya manusia lebih buas daripada binatang buas itu sendiri. Yakni manusia-manusia yang tidak mau mempergunakan hati, mata dan pendengaran mereka pada jalan yang benar. Mereka betul-betul termasuk, “kal an’aam” (binatang ternak), “bal hum adhallu” (bahkan mereka jauh lebih redah) daripada binatang.

Pertanyaannya, lantas hal apa yang sekiranya bisa meluruskan tingkah laku manusia yang sudah sedemikian rusak moralnya ? Jawabannya, Islamlah yang menjadi solusinya. Di dalam Al Quran dinyatakan, bahwa Rasulullah Saw ditamsilkan oleh Allah SWT sebagai sosok hamba-Nya yang memang hadir dalam kehidupan ini untuk menjadi suri teladan. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya engkau Muhammad adalah orang yang memiliki akhlak yang sangat agung atau mulia” (Al Qalam, 68 : 4)

Rasulullah Saw sendiri menyatakan bahwa: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT hanyalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak manusia” (HR. Sa’ad, Bukhari, Baihaqi dari Abu Hurairah). Oleh karena itu, kalau kita lihat risalah Islam baik itu yang menyangkut masalah akidah dan syariah maka seluruh risalah Islam ini bemuara pada pembentukan akhlak. Sehingga akan bisa menjadi ukuran bahwa seseorang itu sudah benar akidah dan ibadahnya bisa dilihat dari akhlaknya. Jadi, yang menjadi parameter atau ukurannya adalah akhlaknya. Sehinggga Ibnu Qayyim pernah menyatakan, bahwa agama itu adalah akhlak, barangsiapa yang bertambah baik akhlaknya berarti dia bertambah baik agamanya. Ini sejalan dengan hadits, di mana Rasululah Saw pernah bersabda: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya’ (HR. Turmudzi)

Ini adalah sebuah prinsip risalah Islam yang hadir untuk membawa manusia mencapai kepribadian atau akhlak yang mulia agar tidak terseret dalam kehidupan seperti binatang. Pertanyaannya, bagaimana cara Islam bisa membentuk itu semua ? Pembentukannya tiada lain diawali dengan pembentukan keimanan atau akidah, disadarkannya manusia tentang apa yang menjadi tujuan hidupnya. Orang yang “tidak” beragama maka jelas dia tidak akan memiliki tujuan hidupnya. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam)” (Ar Ra’d, 13 : 25).

Hawa nafsu bisa membuat manusia menjadi buta matanya, tuli telinganya dan tumpul akalnya tidak bisa berfikir ke jalan yang benar. Karena hawa nafsunya sudah menjadi ilah atau tuhannya. Allah SWT berfirman: “Dan siapakah orang yang lebih sesat dari orang yang telah mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah” (Al Qashash, 28 : 50). Dalam firman-Nya pula: “Tidakkah engkau perhatikan mereka orang-orang yang telah menjadikan hawa nafsu mereka itu sebagai ilah atau tuhan” (Al Furqaan, 25 : 43)

Ayat di atas menggambarkan kondisi manusia yang hidup tanpa iman, mereka betul-betul sudah menjadikan nafsu mereka sebagai tuhannya. Maka kita tidak bisa banyak berharap akan lahir sifat-sifat kemanusiaan dari manusia-manusia seperti ini. Lebih berbahaya lagi jika orang-orang seperti ini bisa tampil sebagai pemimpin masyarakat, maka dia tidak akan peduli dengan rintihan atau jeritan orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Segala macam cara untuk memperoleh kenikmatan dunia ia jalankan tanpa mau melihat lagi batasan halal dan haram.

Sebaliknya, bagi seorang mu’min tidaklah demikian. Dia akan menyadari betul apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dia menyadari bahwa hidup di alam dunia ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan hawa nafsunya, bahkan dia pun sadar betul bahwa hidup di alam dunia ini sendiri bukanlah merupakan tujuan. Yang menjadi tujuan hidupnya tiada lain adalah akhirat dan ridha-Nya. Allah SWT berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”(Al Qashash, 28 : 77).

Gambaran falsafah hidup seorang muslim terhadap dunia ini digambarkan oleh Allah SWT lewat firman-Nya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun pada waktu sahur”(Ali Imran, 3 : 14-17).

Wallahu a’lam bish-shawab