Jumat, 10 Oktober 2014

FILM : ANNABELLE



Oktober ini begitu banyak film-film yang layak untuk ditonton. Salah satunya film dengan genre horror, dengan pemeran utama boneka yang seharusnya sangat menggemaskan tapi sayang sang produser telah mengukir mind-set para penonton bahwa dia antagonis dan mengerikan. ‘Annabelle’ film yang tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda sejak tanggal 3 Oktober kemarin, hingga saat ini kursi penonton selalu terpenuhi disetiap jam-jam tayangnya. Memang layak dijadikan box office melihat kuantitas penontonnya. 

Malam jum’at memanglah hari yang diciptakan untuk para makhluk astral yang ingin eksis, hingga biasanya menjadi malam yang berbau mistis. Ku jadikan hari itu untuk menonton film yang tak kalah mistisnya. Dan bagi kalian yang penasaran dengan jalan kisahnya Annabelle, ini aku ceritakan secara singkat ya teman-teman… 



Kamis, 09 Oktober 2014

Antara Dua Jalan



Ditengah badai terjalnya kehidupan Kanisa Adiba, seorang perempuan berparas cantik yang sangat luar biasa. Ia hidup dengan kesederhanaan namun penuh kedermawanan dan kasih sayang. Di sebuah perumahan yang sederhana tepatnya di jalan Jombang Malang Keken -panggilan akrabnya- mengukir kisah hidupnya. Ditemani seorang ibu yang selalu setia dengan pekerjaan rumah dan dagangnya ia tak pernah ada kata putus asa dalam hidupnya. Anak semata wayang bu Sumarni ini selalu bangkit dari kenyataan hidup yang begitu pahit. Bagi Keken dan ibunya bukanlah hal yang mudah untuk tetap terus kedepan demi menjemput asa setelah wafatnya sang ayah tercinta.

Jumat, 18 April 2014

Takdir Rinduku



…. Dengan sisa nafas ini
Ku nanti kau dalam dzikir
dan biarkan butir-butir tasbih ini
Menjadi saksi kerinduanku….
Prok.. Prok.. Prok..
Gemuruh  tepuk tangan penonton meramaikan gedung home teater Universitas Baitul Hikmah, salah satu kampus yang ada di kota Jombang. Fairuz Imani siswa perwakilan dari sekolah SMA Baitul Hikmah yang saat itu selesai membawakan puisi dengan judul Tasbih Rinduku. Paras yang tak tampan, namun baik untuk dilihat. Kali pertama itulah aku bertemu dengannya. Meski aku bukan sebagai salah satu peserta lomba baca puisi tingkat SMA se-Jawa Bali itu, namun aku cukup puas dengan sosok Iman dengan gaya  khasnya membawakan puisi itu. Aku yang saat itu hanya bisa duduk di tempat audien dan hanya bisa meratapi penyesalan diri. Mungkin aku bukanlah salah seorang siswi yang tergolong punya kelebihan jiwa percaya diri. Itulah alasannya mengapa aku hanya bisa duduk manis menikmati lantunan bait-bait puisi yang dibawakan para peserta.
*****

Kamis, 17 April 2014

Kau apa Dia??????



Cerita ini terinspirasi dari buku kumpulan cerita   قصص مؤثر للفتيات

Berwal dari seorang gadis yang merasakan kesedihan setelah pulang sekolah. Entah tahu kenapa dan tanpa alasan tiba-tiba gadis tersebuit menangis. Hingga hal tersebut diketahui oleh ibunya. Lalu dengan kepolosannya menjelaskan penyebab tangisan itu.

Gadis kecil        : “Bu, aku akan diskor dari sekolah karena seragamku terlalu panjang”
Ibu                   : “Tapi, pakaian inilah yang disukai Allah sayangku”
Gadis kecil        : “Iya bu, tapi sekolah tak memperbolehkan”
Ibu                   : “Well, malaikat kecilku, sekolah melarangnya tapi Allah menyukainya. Lalu siapakah yang kau ikuti? Apakah kau ikut Allah yang menciptakanmu dan memberimu nikmat? Atau ikut pada manusia yang tak punya apa-apa?”
Gadis kecil        : “Aku akan ikut Allah, ibu..”
Ibu                   : “Pilihan yang tepat sayang”

Rabu, 02 April 2014

Empat Sekawan di Penghujung Maret



       Hello.. Liburan Nyepi tanggal 31 Maret kemarin, teman-teman blogku tersayang menghabiskan dengan apa aja ni? Kalo boleh tahu? Okey, Jawabannya bisa ditulis dikolom komentar ya.. Hehehe
Then, I want to tell you about moment in Selecta. Dan.. inilah ceritanya.. 

       Yang pertama, tepat dihari senin, 31 Maret 2014 dipenghujung bulan Maret itu, aku bersama empat sekawan yang beranggotakan Evi sebagai kepala suku, Lintang sebagai cecunguk, Riski sebagai promotor, dan aku (Arina) sendiri sebagai pengikut. Berkeinginan untuk move on from room karena kebosanan dan kejenuhan selama tiga hari berturut-turut. Awalnya, rencana itu terplanning di hari Minggu sehari sebelum hari H, yak arena Evi mungkin telah mencapai titik kejenuhannya. Tapi akhirnya kondisi kurang mendukung. Karena alam Malang yang sering hujan disore hari, selain itu kurangnya personil dan kendaraan yang membuat planning itu tak terlaksana. Hingga akhirnya, aku dan Evi tepatnnya harus merelakan impian untuk menikmati indahnya dunia luar kamar dihari itu.

Jumat, 28 Maret 2014

The Singer "Papan Atas"


        Sebelumnya kenalin aku Ariena. Aku pengen kagak nahan duet sama penyanyi yang punya nama lengkap Nadia Mahfuzah. Ya, seorang penyanyi asal Banjar, Kalimantan Timur dengan ciri khass suara yang menggemparkan dunia. Di lagunya Senyum dan beberapa lagu andalannya seperti Kalamullah, Rindu Sahabat, Cantik dengan Jilbab dan lagu cover lainnya. Aku berkeinginan sekali bernyanyi bersama dengan iringan para personil bandnya. Alasannya, disana aku seperti menemukan oase ditengah era yang penuh kedustaan ini. Tentu saja karena lagu-lagu yang ia bawakan merupakan lagu pop yang berisi pesan untuk tetap bisa mendekatkan kita pada sang ilahi. Then, impian itu juga gak terlalu jauh untuk dapat diraihnya. Pasalnya gadis dengan tanggal lahir 15 April 1993 ini juga sering kujumpai dibeberapa event. Hanya saja untuk menyesuaikan jadwal kita rekaman bareng sulitnya minta ampun, yaa semoga suatu hari harapanku dapat terwujud. Aku selalu berdoa untuk proyek itu Nad panggilan akrabnya, dan ini gambar Nadia saat perform. :)