Minggu, 30 Januari 2011
Minggu, 16 Januari 2011
PENGUMUMAN
PENGUMUMAN
PENERIMAAN PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI (PBSB)
KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2010
Kebijakan pembangunan pendidikan mencakup tiga aspek yaitu: perluasan akses, peningkatan mutu, dan tata kelola. Perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan Islam mengisyaratkan keseriusan Kementerian Agama RI dalam meningkatkan angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan. Dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. bermaksud menjaring santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat di pondok pesantren untuk mengikuti program pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
PERSYARATAN SELEKSI
a. Tercatat sebagai siswa/i kelas III Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat di pondok pesantren.
b. Berstatus sebagai santri aktif yang bermukim dan belajar/nyantri di pondok pesantren sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani.
d. Pada saat mendaftar berumur tidak lebih dari 20 tahun, terhitung tanggal 13 Maret 2010.
e. Memiliki prestasi yang baik selama pendidikan 5 semester berturut-turut dengan nilai minimal 70 (skala 100) untuk tiap mata pelajaran:
Program IPA : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris.
Program IPS : Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris.
Program Bahasa : Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Antropologi,
Sastra Indonesia dan Bahasa Asing lain.
Program Keagamaan : Bahasa Arab, Ilmu Hadist, Ilmu Tafsir, Fiqih, Bahasa Inggris.
f. Diajukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren santri yang bersangkutan.
WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Pendaftaran dimulai pada tanggal 5 Februari s/d 5 Maret 2010 di Kantor Wilayah Kementerian Agama masing-masing.
MATERI TEST/SELEKSI
1. Test Bakat Skolastik (TBS)
2. Test Kemampuan Akademik
3. Test Kemampuan Bahasa Inggris
4. Test Kepesantrenan
5. Test Bahasa Arab
WAKTU DAN TEMPAT SELEKSI
Seleksi dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2010 di 29 Kantor Wilayah Kementerian Agama RI.
PEMBIAYAAN
Kementerian Agama RI akan menanggung komponen pembiayaan sebagai berikut:
1. Biaya seleksi.
2. Biaya pendidikan pre-university (matrikulasi/orientasi/bridging program).
3. Biaya pendidikan (SPP dan Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA).
4. Bantuan Biaya hidup (living cost).
PERGURUAN TINGGI MITRA
Peserta yang lulus seleksi akan studi pada perguruan tinggi mitra: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Mataram, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Walisongo Semarang.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Seleksi Peserta PBSB Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. dengan nomor telepon 021-3811810 atau melalui website http://www.pondokpesantren.net.
Jakarta, 3 Februari 2009
Direktur Jenderal Pedidikan Islam
ttd
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA
PENERIMAAN PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI (PBSB)
KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2010
Kebijakan pembangunan pendidikan mencakup tiga aspek yaitu: perluasan akses, peningkatan mutu, dan tata kelola. Perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan Islam mengisyaratkan keseriusan Kementerian Agama RI dalam meningkatkan angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan. Dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. bermaksud menjaring santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat di pondok pesantren untuk mengikuti program pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
PERSYARATAN SELEKSI
a. Tercatat sebagai siswa/i kelas III Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat di pondok pesantren.
b. Berstatus sebagai santri aktif yang bermukim dan belajar/nyantri di pondok pesantren sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani.
d. Pada saat mendaftar berumur tidak lebih dari 20 tahun, terhitung tanggal 13 Maret 2010.
e. Memiliki prestasi yang baik selama pendidikan 5 semester berturut-turut dengan nilai minimal 70 (skala 100) untuk tiap mata pelajaran:
Program IPA : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris.
Program IPS : Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris.
Program Bahasa : Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Antropologi,
Sastra Indonesia dan Bahasa Asing lain.
Program Keagamaan : Bahasa Arab, Ilmu Hadist, Ilmu Tafsir, Fiqih, Bahasa Inggris.
f. Diajukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren santri yang bersangkutan.
WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Pendaftaran dimulai pada tanggal 5 Februari s/d 5 Maret 2010 di Kantor Wilayah Kementerian Agama masing-masing.
MATERI TEST/SELEKSI
1. Test Bakat Skolastik (TBS)
2. Test Kemampuan Akademik
3. Test Kemampuan Bahasa Inggris
4. Test Kepesantrenan
5. Test Bahasa Arab
WAKTU DAN TEMPAT SELEKSI
Seleksi dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2010 di 29 Kantor Wilayah Kementerian Agama RI.
PEMBIAYAAN
Kementerian Agama RI akan menanggung komponen pembiayaan sebagai berikut:
1. Biaya seleksi.
2. Biaya pendidikan pre-university (matrikulasi/orientasi/bridging program).
3. Biaya pendidikan (SPP dan Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA).
4. Bantuan Biaya hidup (living cost).
PERGURUAN TINGGI MITRA
Peserta yang lulus seleksi akan studi pada perguruan tinggi mitra: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Mataram, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Walisongo Semarang.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Seleksi Peserta PBSB Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. dengan nomor telepon 021-3811810 atau melalui website http://www.pondokpesantren.net.
Jakarta, 3 Februari 2009
Direktur Jenderal Pedidikan Islam
ttd
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA
Rabu, 22 Desember 2010
Kamis, 25 November 2010
Pagi Ini, Awan Pekat ke Luar dari Kawah Bromo
VIVAnews -- Meski belum beranjak dari status Awas, pagi ini Gunung Bromo masih relatif tenang.
Petugas pengamatan pos pantau di Desa Ngadisari, Sikapura, Probolinggo, Ahmad Subhan mengatakan, perkembangan terakhir tremor amplitudo berkisar antara 3 sampai 5 milimeter.
"Untuk gempa vulkanik terjadi 11 kali," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Kamis 25 November 2010.
Sementara, berdasarkan pengamatan secara visual, terlihat hembusan awan putih pekat dengan kecepatan sedang.
"Tingginya antara 150 sampai 200 meter. Asap bertiup dari atas bibir kawah ke arah selatan," tambah dia.
Saat ini, kata Ahmad, status Bromo masih Awas. "Warga dan pengunjung atau wisatawan dilarang mendekat ke radius 3 kilometer dari kawah," tambah dia.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, status Bromo naik dua tingkat, Waspada jadi Siaga, lalu naik ke level tertinggi, Awas, pada Selasa 23 November 2010 pukul 23.00 WIB. Kenaikan status Bromo lebih cepat dibandingkan Merapi. Butuh empat hari bagi Merapi sebelum mencapai level Awas, pada 25 Oktober 2010.
Dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr Putu Artama mengatakan secara karakteristik, Bromo beda dengan Merapi.
"Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," terang Dr Putu Artama kepada VIVAnews.com.
Itu, berbeda dengan material yang dimuntahkan Gunung Merapi yang berupa lava pijar dan bebatuan. Juga awan panas 'wedhus gembel'.
Dan, Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Seperti diketahui, topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
"Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena itu kandungan belerang dan sangat berbahaya jika terhirup," tegas Putu Artama.
Petugas pengamatan pos pantau di Desa Ngadisari, Sikapura, Probolinggo, Ahmad Subhan mengatakan, perkembangan terakhir tremor amplitudo berkisar antara 3 sampai 5 milimeter.
"Untuk gempa vulkanik terjadi 11 kali," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Kamis 25 November 2010.
Sementara, berdasarkan pengamatan secara visual, terlihat hembusan awan putih pekat dengan kecepatan sedang.
"Tingginya antara 150 sampai 200 meter. Asap bertiup dari atas bibir kawah ke arah selatan," tambah dia.
Saat ini, kata Ahmad, status Bromo masih Awas. "Warga dan pengunjung atau wisatawan dilarang mendekat ke radius 3 kilometer dari kawah," tambah dia.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, status Bromo naik dua tingkat, Waspada jadi Siaga, lalu naik ke level tertinggi, Awas, pada Selasa 23 November 2010 pukul 23.00 WIB. Kenaikan status Bromo lebih cepat dibandingkan Merapi. Butuh empat hari bagi Merapi sebelum mencapai level Awas, pada 25 Oktober 2010.
Dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr Putu Artama mengatakan secara karakteristik, Bromo beda dengan Merapi.
"Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," terang Dr Putu Artama kepada VIVAnews.com.
Itu, berbeda dengan material yang dimuntahkan Gunung Merapi yang berupa lava pijar dan bebatuan. Juga awan panas 'wedhus gembel'.
Dan, Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Seperti diketahui, topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
"Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena itu kandungan belerang dan sangat berbahaya jika terhirup," tegas Putu Artama.
Langganan:
Postingan (Atom)

